Minggu, 01 September 2013
Minggu, 02 Juni 2013
Kamis, 30 Mei 2013
CARA DAFTAR SBMPTN 2013
Cara Daftar SBMPTN 2013.
Ujian SBMPTN (Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri) 2013 akan
segera dilaksanakan. Jika tidak ada perubahan dari pihak Panitia SBMPTN
2013, Ujian SBMPTN ini akan dilaksanakan pada tanggal 18-19 Bulan Juni 2013. Nah, Sebelum pelaksanaan ujian tentunya peserta harus membayar uang pendaftaran
ke Bank yang ditunjuk terlebih dahulu (kalau SNMPTN biasanya Bank
Mandiri). Untuk Langkah-langkahnya tidak jauh berbeda dengan
langkah-langkah pada SNMPTN Jalur Tulis terdahulu.
Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:
- Melakukan Biaya Pembayaran ke Bank Mandiri (Biaya IPA (Saintek) = RP 175.000, IPS (Soshum) = RP 175.000, IPC (Campuran) = RP 200.000)
- Melakukan Pengisian Data Ke Warnet ( Warung Internet) atau melalui modem, disarankan memiliki kecepatan akses yang tinggi agar pengisian data tidak terganggu.
- Mencetak (mengeprint) Kartu Ujian SBMPTN
- Membawa Kartu Ujian sewaktu Ujian SBMPTN
Itulah ringkasan pelaksanaan cara pendaftaran SBMPTN 2013. Nah, buat
adik-adik tamatan 2011, 2012, dan 2013 yang memilih jalur SBMPTN 2013,
persiapkan diri anda dengan rajin-rajin membahas soal-soal SNMPTN tahun
yang sudah-sudah, karena soal SBMPTN ini juga sama bentuk dan kesulitan
dengan ujian SNMPTN jalur Tulis.
Selasa, 05 Maret 2013
Arsip Kategori: Pemimpin
Kepemimpinan Perempuan berlandasan “adat basandi syarak – syarak basandi kitabullah” dalam Budaya Minangkabau, di Sumatera Barat
Oleh : H. Mas’oed Abidin[1]
فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفًا فِطْرَةَ اللَّهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا
لآ تَبْدِيلَ لِخَلْقِ اللَّهِ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لآ يَعْلَمُونَ
Artinya, “Maka tegakkan wajahmu (berjuanglah) untuk agama Islam
yang hanif ini. Inilah agama fitrah yang Allah telah ciptakan manusia
selaras dengannya. Tidak ada perubahan dalam penciptaan Allah. Itulah
agama (pegangan hidup) yang kekal bernilai. Tetapi kebanyakan manusia
tidak mau mengerti” (QS.ar Rum : 30)Mukaddimah
BILA KITA DALAMI Dasar Falsafah Minangkabau, ada 3 rahmat yang diberikan Tuhan kepada nenek moyang Minangkabau yaitu Pikiran, Rasa (dalam diri manusia), dan Keyakinan (dalam agama yang diyakini), yaitu Islam. Dengan demikian orang Minangkabau hidup berbekal moril dan materil. Bekal moril dia bisa hidup menyesuaikan diri di mana saja di tanah perantauannya. Dengan materil mampu berusaha menurut ukuran keahlian masing-masing. Dengan kedua bekal itu pula ada kewajiban membimbing generasi merebut sukses dunia dan akhirat, sesuai bimbingan syarak (agama Islam).
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَد
Artinya, Wahai orang yang beriman, hendaklah kamu bertaqwa
kepada Allah, dan hendaklah setiap diri merenungkan apa yang telah
dilakukannya untuk hari esok (hari akhiratnya) (QS.al Hasyr : 18).Orang Minangkabau adalah ahli-ahli politik karena mendapat pepatah dari leluhurnya dengan tujuan tercapainya kebahagiaan bersama melalui musyawarah mufakat. Di alam Minangkabau pemimpin harus berbuat adil. Raja adil raja disembah, Raja tidak adil raja disanggah. Di dalam mencapai tujuan ada bimbingan pepatah, “Ibarat mengambil rambut dalam tepung”, Tepung tidak terserak, Rambut tidak putus. Ini maknanya arif.
Jadi jelaslah hampir seluruh sektor kehidupan dilengkapi dengan pepatah petitih yang bila digali kembali, maka yakinlah bahwa orang Minangkabau akan lebih unggul dalam seluruh kehidupan di daerah lainnya. Dasar falsafah hidup orang Minangkabau memang luas meliputi, susunan masyarakat, pengelolaan masyarakat, perekonomian masyarakatnya. Keduniaan dan keakhiratan agar sempurna mesti diatur dalam suatu sistem pergaulan hidup, yang tujuannya untuk menjadikan kebahagian di dunia dan di akhirat.
Kalau didalami agama (aqidah dan syariat) dan adat (tata laku, pergaulan, hubungan masyarakat), maka kesimpulan sebenarnya adalah bahwa agama dan adat menjadi amat penting perannya untuk dapat mempertahankan manusia sebagai manusia dan masyarakat yang bermakna dan bermartabat.
Tanpa ajaran Islam dan adat Minangkabau yang menekankan pentingnya kebersamaan, kekeluargaan, seiya setida, berpedoman kepada Kitabullah (Alquran), manusia Minang bisa saja berubah menjadi ibarat pasir di tepi pantai, ibarat buih di atas air bah, ibarat hewan di rimba balantara, bahkan mungkin lebih hina lagi. Pedoman dan pendekatan wahyu penting diperhatikan supaya sumber daya manusia jangan tergelincir kepada yang membinasakan manusia dan alam lingkungannya.
Pandangan materialisme, sekularisme, individualisme, hedonisme, nihilisme dilahirkan oleh otak manusia, terutama di era global tidak mau lagi memperhatikan petunjuk wahyu dan agama. Bahkan mulai menghindar dari daya yang dimiliki manusia sendiri, yaitu hati nurani dan perasaan luhur. Kondisi ini berakibat fatal bagi perkembangan ruhaniyah manusia, berpengaruh sangat kepada watak kepemimpinan, yang cepat putus asa, melawan arus kehidupan, bahkan bunuh diri dan sebagainya.
Karena itu, ABSSBK mestinya menjadi political will yang kalau diterapkan akan punya daya fleksibilitas dan dinamis serta prinsip-prinsip yang akan menjamin eksitensi manusia tetap sebagai manusia, yaitu makhluk yang bermoral dan regelius. Pengitegrasian ini penting diupayakan untuk menghadapi tantangan kehidupan modern dan arus globalisasi.
Keunggulan ada pada Pandai Memenej Waktu
Bila waktu tidak digunakan dengan baik, akan terbuang untuk yang sia-sia. Seseorang yang tidak mengisi waktunya dengan kebaikan (shalihah), pastilah ia akan menuai kejelekan (fahisyah). Menyia-nyiakan waktu akan merugi. Menjaga waktu adalah kejujuran menjaga amanah Allah.
إِذَا ضُيِّعَتِ اْلأَمَانَةُ فَانْتَظِرِ السَّاعَةَ،
قَالَ: كَيْفَ إِضَاعَتُهَا يَا رَسُوْلَ اللهِ؟ قَالَ: إِذَا أُسْنِدَ
الأَمْرُ إِلىَ غَيْرِ أَهْلِهِ، فَانْتَظِرِ السَّاعَةَ رواه البخاري
Apabila kejujuran (tanggung jawab) telah disia-siakan, maka
tunggulah waktunya (kebinasaan). Ada orang bertanya: Bagaimanakah
caranya menyia-nyiakan kejujuran (tanggung jawab) itu, ya Rasulullah?
Beliau menjawab: Apabila diserahkan urusan kepada orang yang bukan
ahlinya, tunggulah waktunya (kebinasaan). (Diriwayatkan oleh Bukhari)Sahabat Abdullah Ibnu Mas’ud RA, telah berkata, “Tidaklah aku menyesali sesuatu, seperti penyesalanku atas satu hari yang berlalu dengan terbenamnya matahari, semakin berkurang umurku tetapi tidak bertambah amalanku.”
Perempuan saleh mengambil faedah waktu dan tempat yang utama. Tidak melalaikan waktu-waktu shalat karena disibukkan pekerjaan rumah tangga, atau tugas sebagai ibu dan istri. Shalat adalah tiang agama. Shalat adalah amal paling utama.
Perempuan menyimpan kata empu. Mengadung arti pemimpin (raja), orang pilihan, ahli, yang pandai, pintar dengan segala sifat keutamaan.
Alquran menyebut perempuan dengan Annisa’ atau Ummahat. Maknanya sama dengan ibu, atau “Ikutan Bagi Umat” dan tiang suatu negeri.[2]
Masyarakat yang baik lahir dari Ibu yang baik. “Ibu (an-Nisak) adalah tiang negeri” (al Hadith). Jika kaum perempuan dalam suatu negeri berbudi pekerti baik (shalihah), niscaya akan sejahtera negeri itu. Sebaliknya, apabila kaum perempuan di suatu negeri berperangai buruk (fasad), maka binasalah negeri seluruhnya. Kitab suci Alquran menempatkan perempuan dengan hak serta tangung jawab masing-masing, yang sama beratnya, dan menjadi kata kunci terpeliharanya harkat martabat insaniyah pada jenis yang berbeda antara lelaki dan perempuan. Hubungan keduanya ada pada posisi azwajan = mitra setara dan ini modal utama kalau akan menjadi pasangan dalam hidup (lihat Q.S.16:72, 30:21, 42:11).
Laki-laki dan Perempuan punya hak dan kewajiban yang sama, terutama di dalam membina keluarga di tengah rumah tangganya. Perempuan perekat silaturrahim. Lelaki pelindung perempuan. Keduanya, punya tanggung jawab sama, menjaga lingkungan dan kehidupan berjiran bertetangga.
Dalam Pandangan Syarak (Syariat Agama Islam) disebutkan ad-dunya mata’un, wa khairu mata’iha al mar’ah as-shalihah artinya perhiasan paling indah adalah perempuan saleh (perempuan yang istiqamah pada peran dan konsekwen dengan citra-nya).
Rasul SAW bersabda; “Demi Allah, dia tidak beriman, demi Allah, dia tidak beriman, demi Allah, dia tidak beriman”. Ada yang bertanya; “Siapakah dia wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Yaitu, orang yang tetangganya tidak merasa aman dari kejahatan-kejahatannya”. (HR. Asy-Syaikhan).
Risalah Agama mengutamakan pendidikan akhlaq. Sebuah bangsa akan tegak dengan kokoh karena etika moral dan akhlaknya. Etika dan moral itu dibentuk oleh budaya dan ajaran agama. Moral anak bangsa yang rusak, membuat bangsa terkoyak.
Rumah tangga sebagai extended family (inti keluarga besar) dalam budaya Minangkabau menjaga dan mencetak generasi bermoral, dengan filosofi yang jelas, Adat bersendi syarak – syarak bersendi Kitabullah.
Kaum perempuan (bundo kanduang, pemilik suku) berperan mendidik, menjaga nikmat Allah. Kaum lelaki (pemilik nasab), membentuk generasi berdisiplin. Kedua peran ini menjadi satu di dalam tatanan pergaulan masyarakat adat, dengan kekerabatan yang kuat.
Peranan syarak (agama Islam bersendikan Kitabullah – Alquran dan Sunnah Rasul), mengikat adat dengan akhlaqul karimah atau etika religi sangat diperlukan dalam kehidupan masyarakat beradat. Pesan Rasulullah SAW ;
ثلاث من كن فيه وجد طعم الايمان :
- من كان الله ورسوله احب اليه مما سواهما,
- ومن احب عبدا لا يحبه الا الله,
- ومن يكره ان يعود فى الكفر بعد ان انقذه الله منه كما يكره ان يلقى فى النار.
- Mencintai Allah dan RasulNya lebih daripada selain keduanya,
- Mencintai seorang hamba hanya karena Allah,
- Benci untuk kembali kepada kekufuran setelah Allah menyelamatkannya sebagaimana dia benci untuk dilemparkan ke dalam neraka.
Perempuan dalam Adat dan Budaya Minangkabau
Dalam adat bersendi syarak, syarak bersendi kitabullah – di Minangkabau, perempuan menempati posisi pemilik rumah – hiduik batampek, mati bakubua, kuburan hiduik di rumah gadang, kuburan mati di tangah padang –, dengan peran induak bareh — nan lamah di tueh, nan condong di tungkek, ayam barinduak, siriah bajunjuang. Artinya, pengendali ekonomi keluarga.
PERAN IDEAL perempuan Minangkabau menjadi pemilik suku, ulayat, pusako, kekayaan, rumah, anak, kaum, dan disebut PADUSI artinya padu isi dengan sifat utama.
(a). benar, (b).jujur lahir batin, (c). cerdik pandai, (d). fasih mendidik dan terdidik, (e). bersifat malu. Anak urang Koto Hilalang, Handak lalu ka Pakan Baso, malu jo sopan kalau lah hilang, habihlah raso jo pareso, apabila malu dan sopan telah hilang habislah rasa dan periksa. al hayak nisful iman = malu adalah paruhan dari Iman.
1. Hati-hati, « bakato sapatah di pikiri, bajalan salangkah maliek suruik, muluik tadorong ameh timbangannyo, kaki tataruang inai padahannyo, urang pandorong gadang kanai, urang pandareh hilang aka, » – artinya, berkata sepatah dipikirkan, setiap langkah berjalan memperhatikan apa yang sudah dikerjakan, mulut terdorong emas timbangnya, kaki tertarung inai padahannya, yang suka pendorong besar kenanya, dan yang keras mulut pertanda hilang akal –. Fatwa adat mengatakan, « ingek dan jago pado adat, ingek di adat nan ka rusak, jago limbago nan ka sumbiang, » = jagalah adat selalu, ingat adat jangan rusak, jaga lembaga jangan sumbing).
2. Yakin kepada Allah (iman bertauhid), « iman nan tak bulieh ratak kamudi nan tak bulieh patah, padoman indak bulieh tagelek, haluan nan tak bulieh ba rubah » — artinya, iman tidak boleh retak, kemudi tidak boleh patah, pedoman tidak boleh beranjak, haluan tidak boleh berubah –. Wujudnya tampak dalam kearifan pergaulan, « katiadaan ameh bulieh di cari, katiadaan aka putuih bicaro, tak barameh putuih tali, tak baraka taban bumi » = tidak ada emas boleh dicari, tidak ada akal putus bicara, tidak ada emas putus tali, tidak berakal terban bumi –. Akal adalah anugerah Allah yang wajib di jaga dengan iman. Iman dikokohkan dengan menjaga aturan Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
ياَ غُلاَمُ: احْفَظِ اللهَ يَحْفَظْكَ، اِحْفَظِ
اللهَ تَجِدْهُ تُجَاهَكَ وَ إِذَا سَأَلَكَ فَاسْأَلِ اللهَ تَعَالىَ وَ
إِذَا اسْتَعَنْتَ فَاسْتَعِنْ بِاللهِ عَزَّ
وَجَلَّ رواه الترذي
“ Jagalah (perintah) Allah, niscaya Allah akan menjagamu.
Jagalah (perintah) Allah, nanti engkau akan mendapatinya di hadapan
engkau. Apabila engkau meminta, pintalah kepada Allah dan apabila engkau
meminta pertolongan, pintalah pertolongan kepada Allah ‘Azza Wajalla.” (Diriwayatkan oleh Tirmidzi)3. Perangai berpatutan (istiqamah, konsisten). Perangai akan menjadi contoh anak cucu atau generasi pelanjut, ” bahimat sabalun abih, sadiokan payuang sabalun hujan” – artinya, berhemat sebelum habis, sediakan paying sebelum hujan –. Kewajiban masa depan terpaut kepada pusaka adat turun temurun.
Keunggulan perempuan Minangkabau, ”maha tak dapek di bali, murah tak dapek dimintak, takuik di paham ka tagadai, takuik di budi katajua ” = mahal tidak dapat dibeli, murah tidak dapat diminta, takut pada paham akan tergadai, takut jika budi akan terjual. Budi dan malu jika telah hilang, bencana datang tindih bertindih, ”ka ateh indak ba pucuak, ka bawah indak ba urek, di tangah di giriak kumbang, hiduik sagan mati tak amuah, bagai karakok tumbuah di batu” = ke atas tidak berpucuk, kebawah tidak berurat, di tengah dilarik kumbang, hidup segan mati tak bisa, bagaikan kerakap tumbuh di batu.
Mencontohkan watak uswah menyangkut diri sendiri dan hidup masyarakat, sekarang, besok dan di mana saja, “nan barisuak bukan kini, nan kini bukan kapatang” = yang besok bukan kini, dan yang kini bukan kemarin. Maknanya sangat realistis,berpangkal pada usaha nyata.
4. Kaya hati, tagak badunsanak, mamaga dunsanak, tagak bakampuang, mamaga kampuang, tagak basuku, mamaga suku, tagak banagari, mamaga nagari, tagak babangso, mamaga bangso, — artinya, berdunsanak memagar dunsanak, berkampung memelihara kampung, bersuku menjaga suku, bernegara membentengi Negara, tegak berbangsa menjaga bangsa –.
Watak keperibadiannya sopan santun, kuat dan tegas, berani dan setia, hemat dan khidmat, muluik manih, kucindan murah, pandai ba gaue samo gadang – mulut manis kecindan = kelakar menyejukkan, pandai bergaul sesama besar –, yang tua dimuliakan, yang muda di kasihi, sama besar saling hormat menghormati.
5. Tabah (redha), haniang ulu bicaro, naniang saribu aka, dek saba bana mandatang = hening itu pangkal bicara, berfikir naning = ingat itu seribu akal, karena sabar kebenaran datang. Falsafah hidup beradat menempatkan perempuan Minang pada sebutan mandeh atau bundo kandung secara simbolik, limpapeh rumah nan gadang = perhiasan dan pemilik rumah, umban puro pegangan kunci, umban puruak aluang bunian = pemilik harta pusaka, hiasan di dalam kampuang, sumarak dalam nagari = hiasan kampung semarak nagari, sama seperti tiang nagari, nan gadang basa batauah = yang dimuliakan, dipuja dan bertuah. Maka peran perempuan Minangkabau tiang utama di dalam rumah gadang. Artinya, menjadi sandaran anak cucu.
6. Jimek (hemat tidak mubazir), di kana labo jo rugi, dalam awal akia membayang, ingek di paham nan ka tagadai, ingek di budi nan ka tajua, mamakai malu dengan sopan = di ingat laba dan rugi, sejak awal bertindak akhir tujuan sudah terbayang, ingat paham akan tergadai, ingat budi akan terjual, dengan memakai malu dan sopan santun. Ciri utama perempuan Minangkabau “sehayun-selangkah, semalu-sehina”.
أَرْبَعٌ مِنْ سَعَادَةِ المَرْءِ: أَنْ
تَكُوْنَ زَوْجَتُهُ صَالِحَةً، وَ أَوْلاَدُهُ أَبْرَارًا، وَ خُلَطَاؤُهُ
صَالِحِيْنَ، وَ أَنْ يَكُوْنَ رِزْقُهُ فِي
بَلَدِهِ رواه الديلمي عن علي
Empat kebahagiaan manusia: Istrinya perempuan yang saleh,
anak-anaknya orang baik-baik, teman sepergaulannya orang-orang yang
saleh dan rezekinya diperoleh di negerinya. (Diriwayatkan oleh Dailami dari ‘Ali)Perempuan Shaleh dalam Pandangan Agama Islam
Agama Islam atau syarak menempatkan kaum perempuan dengan watak yang jelas, ialah mar’ah shalihah = perempuan saleh dan lembut menjaga diri, memelihara kehormatan, patuh (qanitaat) kepada Allah, hafidzaatun lil ghaibi bimaa hafidzallahu = memelihara kesucian diri dan CERIA. Tidak ada keindahan yang melebihi “indahnya wanita saleh” (Al Hadith). Perempuan Minang dan saleh amatlah pandai menjaga waktu.
1. Perempuan Saleh takut kepada Tuhan, diawasi Allah.
Perempuan saleh tidak menyia-nyiakan waktu tanpa faedah serta kuat mengoreksi diri setiap saat. Rasulullah SAW mengabarkan perbedaan antara orang yang berdzikir (koreksi diri) dengan yang tidak, seperti perbedaan antara orang hidup dan orang mati. Rasul bersabda,
مثل الذي يذكر ربه والذي لايذكر ربه مثل الحي والميت
Artinya, Perbandingan antara orang yang mengingat tuhan dengan
yang tidak mau mengingat tuhannya, sama seperti perumpamaan antara orang
yang hidup dan yang mati (HR. Imam Bukhari, Shahih al Bukhari, Kitab Ad Da’wat).2. Perempuan saleh tahu tempat utama, Responsif terhadap lingkungan
Piawai dan Mandiri, teguh dan kokoh, Watak mulia, Lembut hati, Penyabar, Penyayang sesama, Keras mempertahankan Harga Diri, Tegas, Kuat Iman dalam melaksanakan suruhan Allah, Pendamai, Suka memaafkan, Mampu menjadi pemimpin masyarakatnya (contohnya Sayidatina ‘Aisyah).
مَا كَانَ الرِّفْقُ فيِ شَيْءٍ إِلاَّ زَانَهُ وَلاَ نُزِعَ مِنْ شَيْءٍ إِلاَّ شَانَهُ رواه الضياء عن أنس
Lemah lembut dalam sesuatu (urusan) menyebabkan indahnya dan kalau dia dicabut dari sesuatu, niscaya akan memburukkannya. (Diriwayatkan oleh Dhia dari Anas)Kepiawaian tumbuh karena teguh melaksanakan kewajiban ;
- kewajiban kepada Rabb-nya,
- kewajiban kepada orang tuanya,
- kewajiban kepada suaminya,
- kewajiban terhadap anaknya,
- kewajiban terhadap kaum kerabatnya (sukunya),
- kewajiban terhadap tetangga,
- kewajiban terhadap saudara dan temannya, dan
- kewajiban terhadap masyarakatnya.
Berpengaruh pada tata laku, bermuara kepada mode pakaian yang dipakai (buktinya di Sumbar berpakaian saruang, kodek, baju kuruang, salendang, tikuluak, dsb).[3]
Perempuan Saleh tahan uji (shabar), disiplin (istiqamah), pandai memanfaatkan apa yang dimiliki untuk mewujudkan kebahagiaan (syukur ni’mah), merangkai keberhasilan, hemat, qanaah.[4] Perempuan saleh di Minangkabau yang taat, senantiasa bermohon taufik kepada Allah dalam merealisasikan semua cita yang sedang di emban dalam meraih masa depan yang lebih bermartabat dengan mempertajam akal fikiran yang jernih.
إِذَا أَرَادَ اللهُ إِنْفَاذَ قَضَائِهِ وَ قَدَرِهِ
سَلَبَ ذَوِي العُقُوْلِ عُقُوْلَهُمْ حَتَّى يَنْفُذَ فِيْهِمْ قَضَاؤُهُ
وَ قَدَرُهُ. فَإِذَا قَضَى أَمْرَهُ رَدَّ عُقُوْلَهُمْ وَ وَقَعَتِ
النَّدَامَة ُ رواه الديلمى عن أنس
Apabila Allah hendak melaksanakan putusan atau hukuman-NYA,
dicabut akal orang yang mempunyai akal sampai terlaksana ketentuanNya
itu. Setelah hukuman itu selesai akal mereka dikembalikan dan timbullah
penyesalan. (Diriwayatkan oleh Dailami dari Anas)4. Perempuan saleh,arif menetapkan Majlis yang baik.
Sesuai tabiatnya, perempuan Minangkabau yang saleh tidak mungkin hidup sendiri. Dia harus mempunyai teman berbincang. Teman paling ideal adalah yang punya akhlak mulia.[5]
5. Perempuan Saleh mengejar Keberhasilan Memacu diri
membaca bacaan yang bermanfaat seperti telah didorong oleh perintis pendidikan perempuan (Rohana Kudus, Rahmah el Yunusiyah), yang dengan bimbingan syarak mengajarkan kepada setiap muslimah untuk memperbanyak membaca Al-Qur’anul Karim, menghafal serta menyimaknya. [6]
6. Perempuan Minangkabau mempunyai Prinsip Teguh,
Toleran bergaul, lemah lembut bertutur kata, tegas melawan kejahatan, kokoh menghadapi percabaran budaya dan tegar menghadapi percaturan dunia, sanggup buat lingkungan sehat, bijak menata pergaulan baik dan nyaman, tahu diri, hemat, dan tidak malas. Pesan Rasulullah SAW; ”Jauhilah hidup ber-senang-senang (foya-foya), karena hamba-hamba Allah bukanlah orang yang hidup bermewah-mewah (malas dan lalai)” (HR.Ahmad).
Kesombongan dan maksiat sangat dimurkai oleh Allah.
أَرْبَعَةٌ يُبْغِضُهُمُ اللهُ تَعَالىَ: البَيَّاعُ
الحَلاَّفُ، وَ الفَقِيْرُ المُخْتَالُ، وَ الشَّيْخُ الزَّانِي، وَ
الإِمَامُ الجَائِرُ رواه النسائي
Empat golongan yang dibenci Allah: Saudagar yang gemar
bersumpah, orang miskin yang sombong, orang tua yang suka berzina dan
pembesar yang aniaya (kejam). (Diriwayatkan oleh Nasa’i)7. Perempuan Saleh mampu Menghadapi Perubahan
tanpa harus tercerabut dari nilai-nilai moral dan tatanan pergaulan.
Lapang hati yang dipunyai oleh setiap insan yang hidup hanya dapat di bangun dengan ingat kepada Allah semata.
إِنَّ اللهَ تَعَالىَ يَقُوْلُ
أَنَا مَعَ عَبْدِي مَا ذَكَرَنِي وَ تَحَرَّكَتْ بِي شَفَتَاهُ- رواه أحمد عن أبي هريرة
Sesungguhnya Allah Ta’ala berfirman: Aku bersama (menolong)
hambaKu, selama dia menyebut (mengingati) Aku dan masih bergerak
bibirnya menyebut namaKu. (Diriwayatkan oleh Ahmad dari Abu Hurairah)8. Perempuan Minangkabau mampu melakukan pengawasan
Terhadap diri dan turunannya sepanjang masa. Menghindari prilaku cela, yaitu dusta (bohong), mencuri dan caci maki, sesuai sabda Rasulullah SAW; “Jauhilah dusta, karena dusta itu membawa kepada kejahatan, dan kejahatan membawa kepada neraka” (Hadith Shahih). Disini peran perempuan sangat dominan di tengah rumah kaum dan sukunya. [7]
9. Melaksanakan amar makruf (social support) dan nahyun anil munkar (social control) untuk kejayaan dunia akhirat.
وَ الَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَتَأمُرُنَّ
بِالْمَعْرُوْفِ وَ لَتَنْهَوْنَ عَنِ اْلمُنْكَرِ أَوْ لَيُوْشِكَنَّ
اللهُ أَنْ يَبْعَثَ عَلَيْكُمْ عَذَابًا مِنْهُ، ثُمَّ تَدْعُوْنَهُ فَلاَ
يَسْتَجِيْبُ لَكُمْ تيسير الوصول
Demi Tuhan yang diriku dalam tanganNya! Hendaklah kamu menyuruh
perbuatan baik dan kamu mencegah perbuatan salah, atau (kalau tidak),
nanti Allah dalam masa yang dekat akan menimpakan kepada kamu
siksaanNya, kemudian itu kamu mendo’a kepadaNya dan doa kamu tidak
diperkenankanNya. (Dari kitab Taisirul Wusul)وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
”Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma`ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.”(QS. Ali Imran, 3 : 104 )
Dalam Konsep Islam, perempuan saleh bergaul dengan ma’ruf dan ihsan, kasih sayang dan cinta, lembut dan lindung, berkehormatan, berpadu hak dan kewajiban. Kata azwajan menggambarkan kokoh peran perempuan dalam wadah keluarga besar (extended family).[8] [7] Rasulullah SAW menyebutkan, “Sorga terletak dibawah telapak kaki Ibu”(al Hadith). Tata krama pergaulan dimulai dari penghormatan di rumah tangga, lingkungan tetangga dan pergaulan warga masyarakat (bangsa).
Dalam Etika religi dimulai dari mengucap salam, menyebar senyum, jenguk menjenguk, bertakziyah kala kemalangan, memberi dan mengagih pertolongan, melapangi jika kondisi memungkinkan, walau hanya memberi sepotong doa dengan ikhlas sesama tetangga. Dzikrullah melahirkan pemikiran bersih, jernih dan diterima oleh semua pihak. Di dalamnya ada hikmah. Inilah keuntungan utama dari dzikrullah itu.
صَنَائِعُ المَعْرُوْفِ تَقِى مَصَارِعَ السُّوْءِ، وَ
الصَّدَقَةُ خَفِيًّا تُطْفِئُ غَضَبَ الرَّبِّ، وَصِلَةُ الرَّحِمِ
تَزِيْدُ العُمْرَ، وَ كُلُّ مَعْرُوْفٍ صَدَقَةٌ وَ أَهْلُ المَعْرُوْفِ
فيِ الدُّنْيَا، هُمْ أَهْلُ المَعْرُوْفِ فيِ الآخِرَةِ، وَ أَهْلُ
المُنْكَرِ فيِ الدُّنْيَا، هُمْ أَهْلُ المُنْكَرِ فيِ الآخِرَةِ، وَ
أَوَّلُ مَنْ يَدْخُلُ الجَنَّةَ أَهْلُ المَعْرُوْفِ رواه الطبراني عن أم سلمة
Perbuatan baik itu menjaga dari serangan bahaya, sedekah dengan
sembunyi memadami marah Tuhan, memperhubungkan silaturahmi menambah
umur dan setiap perbuatan baik itu sedekah. Orang yang mengerjakan
perbuatan baik di dunia, mereka juga orang yang mengerjakan perbuatan
baik di akhirat, sedang orang yang memperbuat kesalahan di dunia, mereka
juga orang yang memperbuat kesalahan di akhirat. Orang yang dahulu
masuk surga ialah orang yang berbuat baik. (Diriwayatkan oleh Thabrani dari Ummu Salamah)Khulashah
Kepemimpinan perempuan yang tulus akan mencetak generasi yang berwatak taqwa, focus dalam berkarya (amal) dan kaya dengan rasa malu. Karakter ini mewarnai masyarakat tradisonal yang mewarisi tamaddun (budaya). Inilah peran perempuan menurut adat di Minangkabau hari ini dan masa datang dalam bimbingan syarak (agama) Islam. Dalam bimbingan Rasulullah SAW ada sinyalemen tentang tujuh watak yang menempati posisi mulia dan semstinya direbut;
سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمْ فيِ ظِلِّهِ يَوْمَ لاَ ظِلَّ
إِلاَّ ظِلُّهُ: إِمَامٌ عَادِلٌ وَ شَابٌّ نَشَأَ فيِ عِبَادَةِ اللهِ، وَ
رَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ بِالْمَسْجِدِ إِذَا خَرَجَ مِنْهُ حَتَّى
يَعُوْدَ إِلَيْهِ، وَ رَجُلاَنِ تَحَابَّا فيِ اللهِ اجْتَمَعَا عَلَيْهِ
وَ افْتَرَقَا عَلَيْهِ، وَ رَجُلٌ ذَكَرَ اللهَ فيِ خَلْوَةٍ فَفَاضَتْ
عَيْنَاهُ، وَ رَجُلٌ دَعَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصَبٍ وَ جَمَالٍ إِلىَ
نَفْسِهَا، فَقَالَ: إِنِّي أَخَافُ اللهَ رَبَّ العَالَمِيْنَ، وَ رَجُلٌ
تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ فَأَخْفَاهَا حَتىَّ لاَ تَعْلَمَ شِمَالُهُ مَا
تُنْفِقُ يَمِيْنُهُ رواه الشيخان
Tujuh golongan akan dinaungi Allah di bawah lindunganNya, di
waktu tidak ada lindungan selain lindunganNya: Imam (kepala pemerintah)
yang adil, pemuda yang mempergunakan masa mudanya untuk menyembah Allah,
seseorang yang hatinya tergantung di mesjid apabila dia keluar dari
mesjid sampai dia kembali ke mesjid, dua orang berkasih sayang karena
Allah, keduanya berkumpul karena Allah dan berpisah karena Allah,
seseorang yang mengingati Allah ketika sendirian, lalu menetes air
matanya, seorang laki-laki yang dirayu oleh seorang perempuan yang
bangsawan dan rupawan, lalu dia menjawab: Sesungguhnya aku takut kepada
Allah, Tuhan semesta alam dan seseorang yang bersedekah dengan
sedekahnya, lalu disembunyikannya sehingga tangan kirinya tidak
mengetahui apa yang dinafkahkan oleh tangan kanannya. (Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim) Berdasarkan hadist ini dapat disimpulkan ada beberapa upaya yang perlu dilakukan, antara lain ;
1. Ilmu dan iman akan mendorong setiap diri umat manusia sanggup hidup mandiri. Nilai-nilai agama (syarak) dalam konsep mencari ridha Allah, adalah Akhlak Mulia dan memadukannya dengan pengetahuan dan keterampilan.
إِنَّ مِنْ أَخْلاَقِ المُؤْمِنِ قُوَّةً فيِ دِيْنٍ
وَ حَزْمًا فيِ لِيْنٍ وَ إِيْمَانًا فيِ يَقِيْنٍ وَ حِرْصًا فيِ عِلْمٍ
وَ شَفَقَةً فيِ مِقَةٍ وَ حِلْمًا فيِ عِلْمٍ وَ قَصْدًا فيِ غِنًى وَ
تَجَمُّلاً فيِ فَاقَةٍ وَ تَحَرُّجًا عَنْ طَمَعٍ وَ كَسْبًا فيِ حَلاَلٍ
وَ بِرًّا فيِ اسْتِقَامَةٍ وَ نَشَاطًا فيِ هُدًى وَ نَهْيًا عَنْ
شَهْوَةٍ وَ رَحْمَةً لِلْمَجْهُوْدِ.
Sesungguhnya termasuk akhlak (budi pekerti) orang beriman ialah
kuat memegang agama, tegas dengan sikap, ramah lembut, beriman dengan
keyakinan, loba kepada pengetahuan, memberi bantuan dengan perasaan
belas kasihan, ramah tamah dalam berilmu, hidup sederhana di waktu kaya,
berhias di waktu miskin, memelihara diri dari loba tamak, berusaha di
jalan yang halal, tetap berbuat baik, rajin dalam menjalankan pimpinan
yang benar, membatasi diri dari keinginan nafsu dan kasih sayang
terhadap orang yang sengsara.2. Allah menghendaki kelestarian Agama dengan mudah, luwes, elastis, tidak beku dan tidak bersitegang. “Diciptakan manusia dengan perangai yang baik (terpuji)”. Pencerahan diri dibentuk oleh latar pendidikan dan pengalaman hidup dengan modal selalu mendekatkan diri kepada Allah. Tujuan akhir yang diraih dalam gerak kehidupan adalah redha Allah. Menuju redha Allah dicapai melalui ‘al-qalb al-salim ‘ (hati yang salim, tenteram dan sejahtera). Kebaikan hati awal dari kebaikan jiwa dan jasad.
إِذَا أَرَادَ اللهُ بِعَبْدِهِ خَيْرًا فَتَحَ لَهُ
قُفْلَ قَلْبِهِ وَ جَعَلَ فِيْهِ الْيَقِيْنَ وَ الصِّدْقَ وَ جَعَلَ
قَلْبَهُ وَاعِيًا لِمَا سَلَكَ فِيْهِ وَ جَعَلَ قَلْبَهُ سَلِيْمًا
وَلِسَانَهُ صَادِقًا وَ خَلِيْقَتَهُ مُسْتَقِيْمَةً وَ جَعَلَ أُذُنَهُ
سَمِيْعَةً وَ عَيْنَهُ بَصِيْرَةً رواه الشيخ عن أبي ذر
Apabila Allah hendak mendatangkan kebaikan kepada hambaNya
dibukakan kunci hatinya dan dimasukkan ke dalamnya keyakinan dan
kebenaran dan dijadikan hatinya menyimpan apa yang masuk ke dalamnya dan
dijadikan hatinya bersih, lidahnya berkata benar, budinya lurus,
telinganya sanggup mendengar dan matanya melihat dengan terang. (Diriwayatkan oleh Syekh dari Abu Zar).3. Membentuk effectif leader haruis mempunyai sahsiah (personality) yang selalu ingat kepada Allah menuju inti dari syarak dalam agama Islam (tauhid dan akhlak).
أَطِبِ الكَلاَمَ، وَ أَفْشِ السَّلاَمَ، وَ صِلِ
الأَرْحَامَ، وَ صَلِّ بِالَّلْيلِ وَ النَّاسُ نِيَامٌ، ثُمَّ ادْخُلِ
الْجَنَّةَ بِسَلاَمٍ رواه ابن حبان عن أبي هريرة
Ucapkanlah perkataan dengan baik, kembangkanlah ucapan memberi
salam, perhubungkanlah silaturahmi dan sembahyanglah di waktu malam
ketika orang banyak sedang tidur, sesudah itu masuklah ke dalam surga
dengan selamat. (Diriwayatkan oleh Ibnu Hibban dari Abu Hurairah).
مَا كَرِهْتَ أَنْ يَرَاهُ النَّاسُ مِنْكَ فَلاَ تَفْعَلْهُ بِنَفْسِكَ إِذَا خَلَوْتَ رواه ابن حبان عن أسامة بن شريك
Apa yang engkau tidak suka dilihat orang banyak datang dari
engkau, janganlah engkau perbuat dengan diri engkau ketika engkau
sendirian. (Diriwayatkan oleh Ibnu Hibban dari Usamah bin Syuraik)5. Senantiasa berdoa kepada Allah Subhanahu wa Taala.
اللَّهُمَّ اصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِنَا وَ أَلِّفْ بَيْنَ
قُلُوْبِنَا وَ اهْدِنَا سُبُلَ السَّلاَمِ وَ نَجَّنَا مِنَ الظُّلُمَاتَ
إِلىَ النُّوْرِ وَ جَنِّبْنَا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ وَمَا بَطَنَ،
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فيِ أَسْمَاعِنَا و
أَبْصَارِنَا وَ قُلُوْبِنَا وَ أَزْوَاجِنَا وَ ذُرِّيَاتِنَا وَ تُبْ
عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ، وَ اجْعَلْنَا
شَاكِرِيْنَ لِنِعْمَتِكَ مُثْنِيْنَ ِبهَا قَابِلِيْنَ لَهَا وَ
أَتِمَّهَا عَلَيْنَا رواه الحاكم عن ابن مسعود
Ya Allah! Perbaikilah hubungan antara sesama kami, susunlah
(satukanlah) hati kami, pimpinlah kami kepada jalan keselamatan,
keluarkanlah kami dari kegelapan kepada cahaya yang terang, jauhkanlah
kami dari perbuatan keji, yang terang dan yang tersembunyi. Ya Allah!
Berilah kami keberkatan berkenaan dengan pendengaran kami, penglihatan
kami, hati kami, istri (suami) kami dan anak cucu kami. Terimalah tobat
kami sesungguhnya Engkau Penerima tobat dan Penyayang. Jadikanlah kami
orang yang mensyukuri nikmat engkau, menghargai nikmat itu, menerimanya
dengan baik dan cukupkanlah nikmat itu untuk kami. (HR. Hakim dari Ibnu Mas’ud)Mudah-mudahan Allah Taala memberi kita kekuatan senantiasa dapat menggunakan waktu dengan sebaik-baiknya. Amin
Jumat, 01 Maret 2013
Pesantren Darul Amal: PONDOK PESANTREN DARUL AMAL
Pesantren Darul Amal: PONDOK PESANTREN DARUL AMAL: Darul amal بسم الله الرحمن الرحيم S ekolah aku dulu mana lagi kalo bukan Pondok Pesantren Darul Amal yang beralamat di Desa ...
Rabu, 27 Februari 2013
Tips Cara Belajar Yang Baik, Efektif dan Efisien
Belajar adalah sesuatu yang menyegarkan. Jadi
hadapi dengan penuh keceriaan dan hati bahagia, anggap buku
tebal-tebalmu itu seperti sebuah novel petualangan yang sangat seru,
buku cerita yang amat menantang, dan games yang sulit dipecahkan
sehingga bersemangat.
Tentu, belajar juga ada cara-caranya, dan setiap orang pasti berbeda-beda. Beberapa poin emas tips belajar:
1. Hari pertama sekolah, ulang kembali pelajaran yang didapat. Baca
secara singkat pelajaran yang akan diajarkan esok hari buat kerangkanya
saja. Begitu pelajaran itu diterangkan esoknya, kamu sudah punya
gambaran. Dan sepulang sekolah kamu tinggal mengulang untuk bikin
kesimpulan atau ringkasan saja.
2. Usahakan untuk konsentrasi penuh saat guru mengajar di dalam kelas.
3. Mengetik atau menulis kembali pelajaran yang telah diajarkan juga akan membantu, karena sama saja dengan membaca.
4. Setelah membaca ulang
pelajaran, cobalah buat kesimpulan dengan kalimatmu sendiri. Ini akan
membantu agar materi tersebut membekas tajam dalam memorimu.
5. Mengulang pelajaran tidak harus membaca atau menulis ulang pelajaran tapi bisa juga dengan mengajari teman tentang materi yang baru saja diulang.
Nah, jangan ragu atau pelit
untuk berbagi ilmu dengan teman, ingat ilmu itu semakin dibagi akan
semakin bertambah. Tidak seperti uang, dibagi-dibagi ya ludes. Tambahan,
menurut penelitian, kita akan mengingat 5% dari yang kita dengar,
10% dari yang kita baca, 20% dari yang kita dengar-baca, 30% dari yang
diperagakan, 50% dari diskusi kelompok, 75% dari yang kita
latihan/praktek, 90% dari yang kita ajarkan. Jadi mari berlomba-lomba duluan belajar, sehingga bisa mengajari teman.
6. Hindari belajar mendadak sebelum ulangan karena kurang efektif. Usahakan agar waktu belajar saat persiapan mau ulangan tidak terlalu mepet.
7. Jangan lupa untuk selalu buat ringkasan atau kesimpulan pada setiap pelajaran, kalau perlu pakai tabel atau gambar ilustrasi supaya mudah diingat.
8. Siang hari adalah waktu yang tepat untuk belajar.
Jika pada pagi hari kita konsentrasi untuk belajar di sekolah. Maka
pergunakanlah waktu sepulang sekolah untuk megulang kembali pelajaran
karena pikiran masih fresh. Dan pada malam harinya gunakan untuk
aktifitas belajar yang agak ringan, atau mengerjakan pekerjaan ruimah.
Yang terpenting, hindari begadang, karena dampaknya kurang baik bagi
kesehatan.
9. Badan yang capek akan tidak baik bagi otak kita.
Selain itu konsentrasi juga sulit tercapai. Sebaiknya libur dulu dari
acara yang akan menguras stamina kita sehari menjelang ujian.
10. Usahakan saat belajar untuk serileks mungkin, kalau bisa sambil ditemani musik.
Musik klasik semacam Mozart atau Beethoven atau mungkin bacaan
ayat-ayat suci , mungkin bisa dijadikan pilihan. Musik dan juga bacaan
ayat suci akan bisa menambah semangat kamu. Atau jika kamu tipe orang
yang susah konsentrasi jika tidak di tempat sepi sebaiknya belajar tanpa
ditemani musik.
11. Jika kamu ingin menghapal, misalnya UUD atau semacamnya, sebaiknya dilakukan menjelang tidur.
Karena disaat tersebut kamu akan lebih mudah ingat akan sesuatu yang
kamu pelajari saat bangun pagi harinya. Usahakan tidur dalam kondisi REM
(dengan pencahayaan sedikit), sehingga otak kita juga ikut istirahat.
12. Belajar Kelompok
Bosan belajar sendirian? Coba saja belajar
secara kelompok bareng teman. Dengan belajar kelompok kegiatan belajar
akan menjadi sangat menyenangkan karena ada temannya. Belajar secara
kelompok sebaiknya mengajak teman yang pandai dan rajin belajar agar
bisa termotivasi dan ketularan pintar.
13. Selalau Disiplin Dan Tekun Dalam Belajar
Yang penting di sini adalah kualitas
belajarnya. Walaupun hanya 1-2 jam sehari tapi kalau di lakukan setiap
hari pasti akan lebih baik dari pada belajar dalam waktu yang sangat
lama pada waktu tertentu saja. Misalnya hanya belajar kalau ada ulangan
atau ujian saja.
14. Mind Mapping
Nah, ini metode terbaru. Terbukti ampuh!
Menurut penelitian, mindmapping menyesuaikan dengan jalan pikiran otak
kita yang menyebar, dan garis-garis hubung menunjukkan syaraf-syaraf
otak untuk meneruskan informasi ke bagian memori jangka pendek. Jika
dirasa perlu otak akan melanjutkan ke jangka panjang. Bahkan jika di
ulang-ulang dan sering dilihat-lihat hasil midmappingnya. Otak bagian
alam bawah sadar akan aktif, dan saat Anda membutuhkan informasi
tersebut, dengan mudah bisa kita sampaikan (tulis jawaban saat
ujian-red)
Intinya
usaha, kerja keras mutlak diperlukan. Ingat! no have free luch! Semuanya
butuh kedisiplinan dan tekad yang kuat untuk moved on, menjadi lebih
baik. Serta yang paling utama diantara terutama—yaitu BERDOA—hanya
kepada-Nya semua keputusan, Ia yang Maha Menetukan, maka selalu berdoa
dengan khusuk, agar dimudahkan jalan.
Tips bagi yang mau ujian, jangan takut atau
cemas. Kesempatan akan selalu ada jika kita pandai mengambilnya, belajar
dari sekarang belum terlambat. Karena sesuatu yang terlambat sebenarnya
sesuatu yang tidak pernah dimulai. Jadi mulai dari sekarang, belajar
yang baik, efektif, dan efisien.
“Jika kita pasang niat sungguh-sungguh,
berusaha keras, dan berdoa khusyuk, maka impian kita akan menjadi
kenyataan.” kutipan dari novel negeri 5 menara-ahmad fuadi.
15.Ciptakan suasana tenang
Waktu yang tepat untuk belajar adalah pada saat suasana tempat kamu lagi tenang.Sebab jika ada gaduh gaduh, fikiran akan sulit untuk terkonsentrasi dengan baik.16.Buat Catatan kecil
Ringkaslah poin poin penting setiap pelajaran pada sebuah catatan kecil.Ini akan membantu kamu untuk mengingat kembali apa yang telah diajarkan tadi.Dengan menulis catatan intisari, berarti kamu mengulang untuk membaca kembali materi yang telah diajarkan.17.Mengulang
Mengulang adalah ibu dari semua ketrampilan.Jadi belajar yang baik adalah mengulang kembali apa yang telah diajarkan.Tidak hanya sampai bisa, tetapi juga harus sampai bisa.4.Latihan Mengingat
Kebanyakan materi pelajaran adalah mengingat.Dengan semakin baiknya daya ingat, maka akan semakin mudah pula untuk mengerjakan soal ujian.18.Jangan Malu Bertanya
Jika kamu memang ada yang tidak jelas, jangan segan dan takut untuk bertanya.Biasanya guru disekolah akan mengingatkan kepada siswa untuk bertanya jika kurang jelas.19.Jangan Suka Mencontek
Mencontek itu tidak mendidik.Mencontek itu menandakan kamu masih belum mampu memahami teori yang sudah diajarkan.Dengan suka mengandalkan mencontek, berarti kamu secara tidak sengaja memupuk rasa tidak percaya diri.20.Belajarlah secara berkelompok
Luangkan waktu 1 atau dua kali dalam seminggu untuk belajar kelompok.Belajar kelompok akan menciptakan suasana mood belajar yang lebih baik, karena belajar akan lebih menyenangkan karena ada teman.Dengan belajar kelompok, kamu juga bisa memecahkan soal-soal bersama sama dengan lebih mudah.Bukankah biasanya disarankan oleh guru untuk belajar kelompok?..21.Disiplin
Belajar yang baik juga perlu disiplin.Buatlah jadwal yang kira kira tepat untuk waktu belajar kamu.Tidak perlu lama waktu yang dihabiskan untuk belajar, asalkan rajin dan disiplin sesuai dengan jadwal yang kamu buat.Satu atau dua jam saja sehari sudah cukup, dan belajar juga tidak perlu setiap hari.3 Tips Menjadi Pebisnis Handal dan Pengusaha Sukses
Cara menjadi pebisnis handal, tips sukses berbisnis, cara menjadi pengusaha, kiat membuka usaha, tips bisnis online, agar bisnis berjalan lancar, bisnis dengan modal kecil, prinsip berbisnis, trik pebisnis handal, pada dasarnya semua itu memerlukan tiga hal utama sebelum Anda memulainya.
Selain keuntungan, kepuasan, dan juga rasa bangga ketika bisa menjadi seorang pengusaha, banyak hal positif lainnya yang bisa Anda dapatkan. Misalnya, dengan bisnis atau usaha yang Anda ciptakan, Anda bisa membuka lapangan pekerjaan. Memang itulah yang seharusnya dilakukan di jaman yang sulit mencari pekerjaan ini. Atau bila saat ini Anda sedang menjadi seorang karyawan, Anda bisa mengumpulkan modal untuk rencana membangun bisnis.
Ikutilah tiga tips berikut yang akan memudahkan Anda untuk mulai menjadi pebisnis handal.
- Mulailah Sekarang Juga
Jika selama ini banyak orang, mungkin termasuk Anda, hanya bertanya-tanya bagaimana caranya menjadi pebisnis handal, renungilah analogi berikut sebelum jawabannya Anda temukan. Kira-kira seorang perenang. Bisakah jadi perenang handal jika hanya diberikan teori? Ada begitu banyak anak kampung yang jago berenang di sungai tanpa seorang pelatih, tanpa pernah membaca teori. Begitu pun para anak-anak peselancar di pesisir pantai. Mereka tidak pernah mendapat bimbingan khusus. Tapi lihatlah betapa handalnya mereka menaklukkan ombak. Kenapa mereka bisa begitu? Karena mereka terjun langsung ke sungai dan lautan. Sungai dan lautan sudah menjadi “makanan” sehari-hari untuk mereka. Artinya, untuk menjadi seorang pengusaha pun ada kesamaannya. Anda harus berani memulainya, sekarang juga! Untuk jadi pengusaha handal, Anda harus terjun langsung ke dunia usaha. Keluarlah dari zona nyaman yang bisa “membunuh Anda”. Tantangan bukan pada banyaknya saingan atau modal yang sedikit. Ketakutan adalah penghalang terbesar Anda untuk jadi seorang pengusaha handal. Saingan bisa dikalahkan dengan strategi yang kreatif. Modal bisa dicari dengan kemampuan relationship yang Anda miliki. Tapi semua itu tidak akan Anda dapatkan kalau tidak memulainya. Kunci pertama, memulai !- Pelajari dan Terapkan
Sering-seringlah membaca tips-tips menjadi pengusaha atau pebisnis sukses. Banyak sumber tetapi yang terbaik tentu dari mereka yang berpengalaman, motivator bisnis misalnya. Bacalah berbagai cara untuk menguasai pasar. Pelajarilah bagaimana para pengusaha bisa menjadi sukses di dalam biografi mereka. Ikuti juga berbagai seminar bisnis atau pelatihan enterpreneurship. Tapi percayalah semua itu hanya akan sia-sia. Semua itu tidak akan ada gunanya jika tidak menerapkannya dalam praktek bisnis Anda. Ingatlah pepatah yang sudah sangat terkenal ini, “PENGALAMAN ADALAH GURU YANG TERBAIK”. Sebaik-baik hal-hal yang dipelajari adalah sesuatu yang berasal dari pengalaman Anda. Jika baru mendapatkan tips-tips, pelatihan, kiat-kiat dari pengusaha sukses, usahakanlah untuk diterapkan langsung dalam kegiatan bisnis Anda. Penting untuk mendapatkan ilmu dari berbagai teori. Tapi lebih penting lagi, mendapatkan ilmu dari pengalaman Anda. Pelajari! Terapkan! Dan pelajari lagi! Jadikan apa yang Anda pelajari sebagai sesuatu bisa diterapkan! Jadikan apa yang diterpakan sebagai sesuatu yang sedang Anda pelajari!- Konsisten
Konsisten berarti fokus, sungguh-sungguh. Usahakanlah diri Anda untuk tetap fokus di satu bidang bisnis. Bukan berarti Anda tidak boleh membuka bisnis lainnya, tapi fokuslah pada satu jenis di awal bisnis Anda sebagai pemula. Apa akibat bila Anda tidak fokus? semua tentu akan terbengkalai. Memang banyak pengusaha yang bergerak di banyak bidang bisnis. Tapi orang fokus di satu bidang, biasanya akan jauh lebih sukses. Kesungguhan terletak pada seberapa besar kerja keras Anda. Seberapa besar keseriusan dalam mengelola bisnis. Sesuatu yang dilakukan dengan kesungguhan, apapun itu, akan selalu menghasilkan sesuatu yang memuaskan. Bahkan main games saja jika tidak dilakukan dengan sungguh-sungguh, akan menghasilkan kekalahan yang mengecewakan. Kesungguhan Anda menjadi modal penting dalam membangun citra diri dan perusahaan. Ketangguhan akan diuji pada saat Anda mengalami jatuh bangun dalam usaha. Ketika Anda jatuh, sanggupkah untuk bangun lagi? Seorang pengusaha sejati, tidak akan mengenal kata berhenti. Jika jatuh satu kali, ia akan bangun dua kali. Jika jatuh sepuluh kali, ia akan bangun sebelas kali.
Bagaimana? apakah sekarang Anda sudah siap menjadi pebisnis handal? atau Anda masih ragu padahal itu impian Anda? bacalah solusi ragu berbisnis yang tentu akan merubah mindset Anda menjadi lebih yakin membangun usaha.
semoga bermanfaat.
CARA SHOLAT 5 WAKTU SEHARI SEMALAM
| Add caption |
|
Panduan dibawah ini adalah contoh rukun bagi solat EMPAT RAKAAT (isya', zohor dan asar). Bagi solat maghrib dan subuh, hendaklah menurut bilangan rakaat solat tersebut iaitu tiga dan dua rakaat masing-masing.
Letakkan kedua tangan selepas mengangkat takbir (tangan kanan di atas tangan kiri, beratkan ke sebelah kiri bagi lelaki).
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Langganan:
Postingan (Atom)








